[UPDATE] Longsor Cilacap: Opsar Hari Ketiga, 8 Jenazah Ditemukan
GENZMEDIA.ID, CILACAP – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, kembali mencatat perkembangan baru pada Sabtu (15/11). Hingga pukul 18.00 WIB, tim SAR gabungan menemukan delapan jenazah serta dua potongan tubuh yang kemudian teridentifikasi sebagai satu korban.
Dengan temuan terbaru ini, total korban meninggal dunia menjadi 11 orang. Rinciannya: dua korban ditemukan pada hari pertama, satu pada hari kedua, dan delapan pada hari ketiga. Sementara itu, 12 orang masih dinyatakan hilang dan terus dalam pencarian.
Pencarian diperluas, 520 personel dikerahkan
Memasuki hari ketiga operasi, sebanyak 520 personel SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan relawan turun ke lokasi sejak pukul 07.30 WIB. Cuaca mendung tidak menghalangi tim untuk kembali menyisir tiga dusun terdampak: Cibeunying, Cibuyut, dan Tarukahan. Area pencarian dibagi ke dalam lima sektor untuk mempercepat penanganan.
Sesuai evaluasi pada Jumat malam, operasi hari ini diperkuat dengan penambahan alat berat. Tujuh eskavator langsung bekerja sejak pagi untuk membongkar tumpukan material longsor setebal 2–8 meter.
Deputi Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, turut meninjau lokasi. Melihat luasnya area dan tebalnya material, ia meminta penambahan empat eskavator lagi, sehingga total kebutuhan mencapai 12 unit.
“Alat berat harus beroperasi 24 jam, sementara personel bisa bergiliran. Ini penting agar pencarian korban bisa dipercepat,” ujarnya.
19 Anjing Pelacak Turun ke Lapangan
Selain personel dan alat berat, operasi juga diperkuat dengan 19 anjing pelacak (K9) dari Kantor SAR Semarang, Polda Jateng, dan sejumlah Polres. Mayoritas merupakan ras Belgian Malinois dan German Shepherd dengan spesifikasi SAR cadaver yang terlatih mencari korban tertimbun.
Salah satu K9 dari Polres Temanggung, Buddy, berhasil menemukan empat titik yang diduga terdapat korban. Hari ini Buddy bekerja bersama Jack D, K9 milik Polres Cilacap.
Cuaca Masih Jadi Kendala Utama
Cuaca menjadi faktor krusial dalam operasi. Prakiraan menunjukkan hujan intensitas sedang hingga tinggi masih berpotensi turun hingga Minggu (16/11). Hujan dapat membahayakan tim dan memperlambat proses pencarian.
Beruntung, meski langit mendung, hari ketiga pencarian berlangsung tanpa hujan. Operasi resmi ditutup pada pukul 16.00 WIB.
