PP GMH Dorong Mahasiswa Bangun Tradisi Kritik Cerdas dan Solutif
GENZMEDIA.ID, BOGOR – Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (PP GMH) mengajak mahasiswa dan generasi muda Indonesia untuk terus mengembangkan budaya kritik yang konstruktif, beretika, dan berorientasi pada solusi sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam membangun bangsa yang lebih maju dan berdaya saing.
Ajakan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan Next Gen Leaders (NGL) Batch III yang berlangsung di Ma’had Ar-Rohmah Training Center, Bogor, pada 12–14 Juni 2026. Kegiatan kaderisasi kepemimpinan ini diikuti mahasiswa dari berbagai daerah sebagai upaya mencetak calon pemimpin muda yang memiliki kapasitas intelektual, integritas, serta kepedulian terhadap persoalan sosial dan kebangsaan.
Ketua Umum PP GMH, Rizki Ulfahadi, menegaskan bahwa kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi yang sehat. Namun, menurutnya, kritik akan memiliki nilai lebih apabila disertai gagasan dan solusi yang dapat menjadi bahan perbaikan bersama.
“Mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelompok intelektual yang selama ini dikenal kritis terhadap berbagai persoalan bangsa. Tetapi kritik yang berkualitas bukan hanya menunjukkan kekurangan, melainkan juga menawarkan jalan keluar yang konstruktif,” ujar Rizki.
Ia menjelaskan bahwa peran mahasiswa sebagai agent of change, social control, dan moral force tetap relevan di tengah dinamika perkembangan zaman. Karena itu, kemampuan berpikir kritis harus dibarengi dengan tanggung jawab moral dan etika dalam menyampaikan pendapat.
Menurut Rizki, perkembangan teknologi digital dan media sosial memberikan ruang yang semakin luas bagi generasi muda untuk menyalurkan aspirasi. Namun, kebebasan tersebut juga menghadirkan tantangan berupa maraknya penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, hingga perdebatan yang minim substansi.
“Di era digital, siapa pun dapat menyampaikan pandangan dan kritiknya. Karena itu, mahasiswa harus mampu menjadi teladan dengan menghadirkan kritik yang berbasis data, argumentatif, dan tetap menjunjung tinggi etika komunikasi,” katanya.
Ia menambahkan, perbedaan pandangan dalam masyarakat merupakan hal yang wajar dan menjadi salah satu kekuatan demokrasi. Keberagaman perspektif justru dapat melahirkan ide-ide baru yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa apabila dikelola dengan baik.
“Perbedaan pendapat tidak boleh menjadi alasan untuk saling menjatuhkan atau memecah belah. Yang perlu dibangun adalah budaya dialog yang sehat, saling menghormati, dan sama-sama mencari solusi terbaik bagi kepentingan masyarakat,” jelasnya.
PP GMH menilai mahasiswa memiliki tanggung jawab besar sebagai kelompok intelektual untuk menjaga kualitas ruang publik. Keberanian menyampaikan kritik harus dibarengi dengan kemampuan menghadirkan solusi yang realistis dan dapat diimplementasikan.
Melalui program Next Gen Leaders Batch III, peserta memperoleh berbagai materi pengembangan diri, mulai dari kepemimpinan, wawasan kebangsaan, penguatan karakter, keterampilan berpikir kritis, hingga nilai-nilai keislaman yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin. Program ini dirancang untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya vokal dalam menyampaikan aspirasi, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia.
Rizki berharap para peserta NGL dapat menjadi pelopor lahirnya budaya diskusi dan kritik yang sehat di lingkungan kampus maupun masyarakat luas. Menurutnya, Indonesia membutuhkan lebih banyak generasi muda yang mampu menggabungkan keberanian, integritas, dan semangat kolaborasi dalam menghadirkan perubahan positif.
“Indonesia membutuhkan pemimpin muda yang kritis, cerdas, berintegritas, dan memiliki semangat membangun. Kami berharap peserta NGL dapat menjadi contoh dalam menyampaikan kritik yang santun, berbasis gagasan, dan berorientasi pada kemajuan bangsa,” pungkasnya.
Melalui penguatan budaya kritik yang konstruktif, PP GMH optimistis generasi muda akan terus memainkan peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi, memperkuat persatuan nasional, dan mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. Kritik yang cerdas dan bertanggung jawab diyakini dapat menjadi energi positif bagi lahirnya berbagai solusi dan inovasi untuk masa depan bangsa.

