PP GMH Apresiasi Langkah Cepat Kapolri Suyudi Mutasi Besar-Besaran untuk Kemajuan Polri
GENZMEDIA.ID, JAKARTA — Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (PP GMH) mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melakukan penyegaran besar-besaran di tubuh Polri melalui mutasi dan rotasi sejumlah pejabat strategis.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Telegram itu memuat mutasi dan rotasi terhadap 88 perwira tinggi dan perwira menengah, termasuk pergantian 19 Kapolda serta sejumlah pejabat strategis di lingkungan Mabes Polri.
Ketua Umum PP GMH Rizki Ulfahadi mengatakan, penyegaran organisasi merupakan bagian penting dalam menjaga dinamika dan efektivitas institusi kepolisian. Menurutnya, langkah tersebut juga perlu diikuti dengan pembenahan kinerja yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami mengapresiasi langkah cepat Kapolri Jenderal Suyudi dalam melakukan penyegaran dan penataan organisasi. Mutasi ini menjadi bagian dari proses perubahan dan evaluasi agar institusi Polri semakin profesional dalam menjalankan tugasnya,” ujar Rizki.
Ia menegaskan, perubahan struktur organisasi tidak cukup berhenti pada pergantian posisi. Menurut Rizki, tantangan berikutnya adalah memastikan pejabat yang mendapat amanah baru mampu menerjemahkan perubahan tersebut ke dalam peningkatan kualitas pelayanan publik dan penegakan hukum.
“Yang lebih penting, rotasi jabatan harus diikuti dengan perbaikan kinerja. Masyarakat membutuhkan Polri yang profesional, responsif, berintegritas, serta mampu menghadirkan rasa aman dan pelayanan yang adil,” katanya.
Rizki juga berharap para pejabat yang baru ditugaskan dapat segera bekerja dan melanjutkan agenda pembenahan institusi secara konsisten.
Ia menilai, momentum mutasi tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membangun kepolisian yang terbuka terhadap evaluasi, kuat dalam menjaga keamanan, sekaligus tetap humanis dan dekat dengan masyarakat.
“Kami berharap momentum ini menjadi awal yang baik untuk membangun Polri yang semakin terbuka terhadap evaluasi, kuat dalam menjaga keamanan, tetapi tetap humanis dan dekat dengan masyarakat. Perubahan harus terlihat dalam kerja nyata, bukan hanya pergantian jabatan,” tegas Rizki.
Adapun Polri menyebut mutasi dan rotasi tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi, kebutuhan kedinasan, pembinaan karier, serta penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Sejumlah jabatan strategis yang turut mengalami pergantian antara lain Kabareskrim, Kabaharkam, Kabaintelkam, Irwasum, Kalemdiklat, hingga Kadensus 88 Antiteror Polri.
Dengan adanya penyegaran tersebut, PP GMH berharap proses pembenahan internal Polri dapat berjalan berkelanjutan dan bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Sumber foto: Humas Polri
