Kam. Okt 8th, 2026
umkmbatam

Merdeka dari Jeratan Riba, Zakat BMH Hadirkan Senyum Bahagia bagi Pedagang Kecil di Batam

GENZMEDIA.ID, BATAM — Senyum cerah akhirnya kembali merekah di wajah Warsiyem. Pedagang buah sederhana di kawasan Villa Muka Kuning, Tembesi, Batam ini tak lagi bisa menyembunyikan rasa harunya, terlepas dari riba.  Perempuan tangguh itu merasa seperti mendapatkan udara segar setelah sekian lama hidup dalam tekanan utang berbunga tinggi dari rentenir. Semua berubah ketika Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) hadir membawa jalan keluar.

Selama ini, tekanan utang riba membuat langkahnya terasa berat. Setiap hari, hasil penjualan buah yang hanya cukup untuk kebutuhan harian harus tergerus untuk membayar cicilan yang bunganya terus menumpuk. Beban mental dan finansial itu perlahan menggerus semangatnya untuk bertahan.

Namun kini, titik terang itu datang. Melalui penghimpunan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dikelola secara profesional, BMH menunjukkan bahwa zakat bukan hanya mampu mengurangi beban, tetapi juga mampu menyalakan kembali harapan serta mengembalikan senyum para pejuang ekonomi keluarga.

Potret Perjuangan UMKM yang Kerap Tersembunyi

Kisah Warsiyem adalah gambaran nyata bagaimana pelaku UMKM sering kali terdorong mengambil jalan pintas demi menyelamatkan usaha. Dengan harapan bisa memperbesar stok dagangan, ia meminjam dana cepat dari rentenir. Sayangnya, keputusan itu justru menyeretnya ke lingkaran riba yang mencekik. Alih-alih mendukung usaha, beban bunga membuat keuntungan habis sebelum sempat dinikmati.

Situasi ini membuat Warsiyem terjebak dalam siklus yang sulit diputus: penghasilan kecil – cicilan besar – kebutuhan harian terbengkalai. Kehidupan keluarga pun ikut terguncang.

Melihat kenyataan tersebut, BMH tidak tinggal diam. Melalui program pemberdayaan khusus untuk UMKM, tim BMH Kepulauan Riau turun langsung menemuinya dan menyerahkan bantuan untuk melunasi utang riba sekaligus memberikan tambahan modal bersih yang bebas bunga. Semuanya dilakukan di lokasi usahanya, agar intervensi ini benar-benar tepat sasaran.

“Sangat Berarti…”

“Terima kasih BMH, bantuan ini sangat berarti. Semoga berkah buat semua,” tutur Warsiyem dengan mata berkaca-kaca, pada Selasa sore (10/12). Baginya, bantuan ini bukan sekadar dana bantuan, tetapi sebuah kesempatan baru—tiket untuk kembali hidup tenang tanpa ketakutan ditagih setiap hari.

Zakat untuk Membebaskan dan Menguatkan

Kepala BMH Kepulauan Riau, Fatahillah, menegaskan bahwa program ini adalah implementasi dari esensi zakat itu sendiri: bukan hanya membantu, tetapi membebaskan.

“Ini salah satu fungsi vital zakat, yaitu mendistribusikan kekayaan untuk mendorong kemajuan dan pemerataan ekonomi masyarakat kecil. Kami ingin para pelaku UMKM seperti Ibu Warsiyem tidak hanya sehat secara finansial, tetapi juga tenang secara batin karena terlepas dari transaksi ribawi yang merusak,” jelasnya.

BMH melalui program “Bantu UMKM Lepas dari Jeratan Riba” terus memperkuat komitmennya menghadirkan solusi jangka panjang. Tidak sekadar memberikan santunan sesaat, tetapi membangun fondasi ekonomi keluarga prasejahtera agar lebih kuat, mandiri, dan berdaya.

Program ini menjadi bukti bahwa dana umat yang dikelola dengan amanah dapat memberikan dampak sosial yang berlapis: menegakkan nilai-nilai syariah, membuka peluang ekonomi, dan menghapus beban mental para pencari nafkah.

Dengan semakin banyaknya pelaku UMKM yang terbantu keluar dari jeratan riba, harapan untuk ekonomi umat yang lebih sehat, tangguh, dan berkeadilan bukan lagi sekadar angan—tetapi kenyataan yang sedang dibangun bersama.