Doa Bersama PP GMH untuk Persatuan dan Indonesia Kuat
GENZMEDIA.ID, JAKARTA — Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (PP GMH) menggelar kegiatan “Doa Bersama untuk Indonesia Kuat” dengan tema “Persatuan Nasional Kunci Kemajuan” pada Jumat (5/6) di Arena Retreat PP GMH. Kegiatan ini menghadirkan Ketua Umum PP GMH, Rizki Ulfahadi, serta ulama muda Ustadz M. Joni Eferi.
Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk keprihatinan sekaligus refleksi atas kondisi bangsa yang dinilai tengah menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, kasus korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat publik, hingga meningkatnya disinformasi dan polarisasi di ruang digital.
Ketua Umum PP GMH, Rizki Ulfahadi, menegaskan bahwa kekuatan Indonesia sangat ditentukan oleh soliditas seluruh elemen bangsa dalam menjaga persatuan serta mendahulukan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok.
“Kita ingin Indonesia menjadi negara yang kuat, berdaulat, dan tidak didominasi kepentingan asing. Karena itu, rakyat tidak boleh kehilangan harapan terhadap masa depan bangsa,” ujarnya.
Rizki juga menekankan pentingnya sikap kritis masyarakat terhadap praktik korupsi. Namun demikian, ia mengingatkan agar kritik terhadap pemerintah tetap disampaikan secara konstruktif dan tidak merusak persatuan bangsa.
“Kita mendukung pemberantasan korupsi, tetapi pada saat yang sama rakyat harus tetap bersatu mengawal program-program pembangunan. Kritik yang membangun akan memperkuat bangsa, sedangkan fitnah dan kebencian hanya akan melemahkannya,” tegasnya.
Selain itu, PP GMH mengajak masyarakat mengambil pelajaran dari sejarah agar Indonesia tidak kembali terjebak dalam krisis yang pernah memicu konflik sosial. Perbedaan pandangan politik, menurut mereka, tidak boleh berkembang menjadi permusuhan yang mengancam keutuhan bangsa.
Masyarakat juga diimbau lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta menghindari penyebaran Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian (DFK) yang dinilai dapat merusak kepercayaan sosial dan kohesi bangsa.
Melalui kegiatan ini, PP GMH berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa kemajuan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kedewasaan masyarakat dalam menjaga persatuan, mengawal pembangunan, dan membangun ruang publik yang sehat.
“Indonesia kuat bukan hanya karena sumber daya alamnya, tetapi karena rakyatnya mampu bersatu menghadapi setiap tantangan. Persatuan nasional adalah kunci kemajuan Indonesia,” tutup Rizki.
