Kam. Okt 8th, 2026
modifikasi cuaca

BNPB Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca di Jawa Barat dan Jawa Tengah

GenZmedia.id, Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Jawa Barat dan Jawa Tengah, hingga Senin (27/10). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi hujan berintensitas tinggi yang berisiko menimbulkan banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya.

Operasi modifikasi cuaca sendiri merupakan upaya teknis dengan menyemai zat tertentu di awan agar hujan dapat diturunkan di lokasi yang lebih aman atau dalam intensitas yang lebih terkendali. Dengan demikian, curah hujan dapat “diredistribusi” sehingga tidak turun secara berlebihan di daerah rawan banjir.

Fokus Jawa Barat dan Jawa Tengah

BNPB memutuskan memperpanjang OMC di wilayah Jawa Barat setelah mempertimbangkan prakiraan cuaca mingguan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan potensi hujan lebat masih tinggi hingga akhir Oktober. Beberapa wilayah di Jawa Barat seperti Bogor, Sukabumi, Cianjur, dan Bandung Raya menjadi prioritas karena memiliki topografi dan kondisi tanah yang rawan longsor maupun banjir bandang.

Sementara itu, di Jawa Tengah, operasi telah dimulai sejak Sabtu (25/10). Dalam dua hari pelaksanaan, tim gabungan BNPB bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta TNI AU telah melaksanakan sembilan sorti penerbangan penyemaian awan dengan total waktu terbang 16 jam 29 menit. Sebanyak 5 ton Natrium Klorida (NaCl) dan 4 ton Kalsium Oksida (CaO) digunakan dalam operasi tersebut untuk mengendalikan pembentukan awan hujan di wilayah tertentu.

Khusus untuk Jawa Tengah, OMC juga diarahkan untuk mendukung percepatan pengeringan wilayah pantura yang hingga kini masih tergenang air cukup tinggi akibat curah hujan ekstrem beberapa waktu terakhir. Langkah ini diharapkan bisa membantu pemulihan aktivitas warga serta mempercepat normalisasi lahan pertanian dan infrastruktur.

Imbauan Kesiapsiagaan

BNPB mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama pada masa peralihan musim seperti saat ini. Cuaca yang berubah cepat dapat memicu berbagai risiko bencana, mulai dari genangan, longsor, hingga angin kencang.

Masyarakat diimbau untuk selalu menyiapkan tas siaga bencana, berisi perlengkapan penting seperti dokumen, pakaian, obat-obatan, dan alat komunikasi. Selain itu, warga diharapkan rutin memantau informasi resmi dari BNPB, BPBD setempat, serta BMKG untuk mendapatkan pembaruan terkini mengenai kondisi cuaca dan langkah antisipasi yang diperlukan.

Upaya mitigasi berbasis teknologi seperti OMC menjadi salah satu bentuk inovasi nyata dalam menghadapi perubahan iklim dan fenomena cuaca ekstrem. Dengan kolaborasi antara pemerintah, ilmuwan, dan masyarakat, diharapkan Indonesia semakin tangguh menghadapi potensi bencana di masa depan.