Kam. Okt 8th, 2026
GZ

Akses Literasi Tanpa Batas: Kado Spesial BMH pada Hari Disabilitas di Kudus

GENZMEDIA.ID, KUDUS – Akses terhadap literasi keagamaan masih menjadi tantangan besar bagi penyandang disabilitas, khususnya tunanetra. Di tengah keterbatasan fisik, kebutuhan untuk memahami ajaran agama dan mendekatkan diri kepada Allah justru semakin kuat. Momentum Hari Disabilitas Internasional 2025 menjadi refleksi penting bahwa setiap insan berhak mendapatkan kesempatan yang setara dalam menimba ilmu, tanpa terkecuali.

Menjawab panggilan kemanusiaan tersebut, Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Jawa Tengah menghadirkan aksi nyata yang sarat makna. Tidak hanya sekadar simbol kepedulian, BMH menghadirkan solusi berkelanjutan melalui program literasi keagamaan inklusif.

Dalam program ini, BMH menggandeng KB TK Yaa Bunayya serta KPP Pratama Kudus untuk menyalurkan bantuan kitab-kitab keagamaan dalam format Braille. Tim gabungan secara langsung menyambangi Sekretariat Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia (ITMI) di Desa Tenggeles, Kabupaten Kudus, pada Sabtu (6/12/2025).

Pada kesempatan tersebut, BMH mendistribusikan 50 eksemplar Kitab Hadis Arbain Nawawi dalam huruf Braille, serta total 108 kitab hadis bagi para penerima manfaat yang tersebar di wilayah Muria Raya. Bantuan ini menjadi angin segar bagi komunitas tunanetra yang selama ini menghadapi keterbatasan akses bahan bacaan keagamaan yang ramah disabilitas.

Kepala Unit Layanan BMH Kudus, Eko Kusniyanto, menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai pintu pembuka kemandirian bagi sahabat tunanetra dalam mengakses khazanah keilmuan Islam.

“Bantuan ini bukan sekadar kitab, tetapi jembatan kemandirian. Para sahabat tunanetra kini dapat membaca, memahami, dan menghayati sabda-sabda Nabi secara langsung dan mandiri. Kami berharap ini dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka, sekaligus memperkuat kedekatan spiritual kepada Allah Ta’ala,” ujarnya.

Sambutan hangat datang dari para penerima manfaat. Ketua ITMI Kabupaten Kudus, Ulin Nuha, menyampaikan rasa haru dan syukur atas perhatian yang diberikan.

“Semangat belajar para anggota kami sangat besar. Namun, selama ini kami terbentur oleh minimnya fasilitas pembelajaran. Kehadiran Al-Qur’an dan Hadis Braille ini seperti jawaban atas doa-doa kami. Ini membuka harapan baru bagi kami untuk belajar agama tanpa hambatan,” tuturnya.

Lebih jauh, program ini menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukanlah tembok penghalang untuk meraih cahaya ilmu. Justru dari tangan-tangan kepedulian umat, lahir jalan terang yang menuntun langkah saudara-saudara kita menuju pemahaman agama yang lebih mendalam.

Gerakan kebaikan ini tidak terlepas dari amanah dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dititipkan para muzakki dan donatur kepada BMH. Dana tersebut bertransformasi menjadi manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kesadaran para muzakki dan donatur dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah telah menjelma menjadi ‘mata’ bagi saudara-saudara kita. Ia menuntun mereka menapaki jalan ilmu, iman, dan keberkahan,” pungkas Eko.