Zakat Anda Terangi Jalan Ibadah: BMH Salurkan 100 Buku Panduan Sholat Braille di Tangerang Selatan
GENZMEDIA.ID, TANGERANG SELATAN — Ibadah adalah hak semua hamba, tanpa kecuali. Tidak ada keterbatasan fisik yang boleh menjadi penghalang seseorang untuk dekat kepada Sang Pencipta. Semangat inilah yang menggerakkan Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) dalam penyaluran Tahap II Buku Panduan Sholat Braille pada Ahad (23/11/2025).
Bertempat di Yayasan Raudlatul Makfufin, Serpong, BMH menyalurkan 100 eksemplar buku panduan sebagai bukti nyata bahwa zakat dan sedekah bisa menjadi jembatan inklusi bagi saudara-saudara penyandang tunanetra.
Bagi para penerimanya, buku tersebut bukan sekadar halaman kertas. Ia adalah “mata kedua” yang membimbing mereka menunaikan sholat secara tepat dan mandiri.
Kolaborasi Kebaikan yang Tumbuh dari Empati
Penyaluran ini terasa istimewa karena melibatkan ekosistem kebaikan yang solid. Yayasan Raudlatul Makfufin — yang juga menjadi mitra strategis BMH — dikenal sebagai lembaga pemberdayaan tunanetra dan pengelola percetakan braille.
Yang membanggakan, proses cetak buku braille ini dikelola langsung oleh para penyandang netra yang selama ini terus memperjuangkan akses literasi religius bagi komunitasnya.
Pada kesempatan tersebut, BMH juga menyerahkan langsung 25 buku kepada jamaah Majelis Taklim Tunanetra yang tengah mengikuti pembinaan rutin.
Ketua Yayasan Raudlatul Makfufin, Ade Ismail, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan yang diberikan.
“Kami sangat bersyukur. Ini bukan sekadar buku, tetapi jembatan untuk memahami dan menjalankan ibadah dengan benar. Terima kasih BMH telah membuka akses bagi kami,” ungkapnya haru.
Menghapus Batas dalam Belajar Agama
Akses pendidikan agama dalam bentuk braille masih sangat terbatas. Kondisi ini diakui oleh Abdul Hayyi, pengajar di Majelis Taklim Tunanetra.
Menurutnya, kehadiran buku braille ini bukan hanya solusi teknis, tetapi juga energi psikologis bagi para santri dan jamaah.
“Selama ini mereka kesulitan mendapatkan panduan sholat yang lengkap. Buku ini memberi kepercayaan diri dan memudahkan proses belajar. Ini sangat berarti,” tegasnya.
Salah satu penerima manfaat, Roni, bahkan mengaku sempat kehilangan arah saat pertama kali kehilangan penglihatan. Kini, ia merasakan semangat baru.
“Dulu saya tidak tahu harus mulai dari mana. Tapi di sini saya menemukan pegangan. Saya merasa hidup saya berubah,” tuturnya dengan suara bergetar.
Target Menjangkau 500 Penerima Manfaat
Program ini merupakan bagian dari komitmen BMH untuk membuka akses ilmu agama bagi semua kalangan, terutama kelompok berkebutuhan khusus.
Adnan, perwakilan BMH, menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan 500 penerima manfaat sepanjang tahun ini, meliputi komunitas tunanetra, sekolah inklusi, pesantren khusus, dan lembaga sosial penyedia layanan braille.
“Ini bukan sekadar distribusi buku. Ini tentang memastikan setiap insan punya kesempatan yang sama untuk dekat dengan Allah SWT. Semoga para donatur mendapatkan pahala amal jariyah yang terus mengalir,” ujarnya menutup kegiatan.
Program ini menjadi pengingat bahwa kebaikan dapat hadir dalam banyak bentuk — termasuk melalui huruf-huruf yang tak terlihat mata, namun sangat jelas terbaca oleh hati./Herim
