BMH Berikan Santunan untuk Guru Ngaji di Pedalaman Flores Timur NTT, Apresiasi Para Penjaga Cahaya Al-Qur’an
GENZMEDIA.ID, FLORES TIMUR – Di sejumlah wilayah pedalaman Indonesia, terutama di daerah-daerah terpencil yang jauh dari pusat aktivitas pendidikan, peran guru ngaji menjadi sangat vital. Mereka adalah penjaga cahaya Al-Qur’an, mengajarkan huruf demi huruf dengan penuh kesabaran, sekaligus menjadi teladan bagi masyarakat di sekitarnya. Namun di balik peran besar itu, kehidupan mereka tak jarang dipenuhi keterbatasan. Akses yang sulit, kondisi ekonomi yang pas-pasan, hingga minimnya fasilitas menjadi tantangan yang sehari-hari mereka hadapi.
Melihat kenyataan tersebut, Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) kembali menunjukkan kepeduliannya. Pada Selasa (18/11/25), BMH menyalurkan santunan khusus bagi guru ngaji yang mengabdikan diri di pedalaman Nusa Tenggara Timur (NTT). Santunan diberikan kepada para pengajar Al-Qur’an di Rumah Qur’an Khairu Ummah, Desa Lohayong, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur.
Program ini bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga bentuk penghargaan atas dedikasi para pendidik Al-Qur’an yang terus istiqamah meski berada di daerah yang aksesnya terbatas. Keberadaan mereka menjadi pondasi penting dalam menjaga generasi Qur’ani di wilayah kepulauan tersebut.
Salah satu penerima santunan, Ustadzah Inayah, tak kuasa menahan haru. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan rasa syukur atas kepedulian yang diberikan.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada BMH dan para donatur. Bantuan ini sangat berarti bagi kami para pengajar di sini. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” ungkapnya sambil menahan tangis bahagia.
Sementara itu, Kepala Divisi Prodaya BMH NTT, Hairudin, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga perhatian terhadap para guru ngaji, terutama mereka yang bertugas di daerah terpencil.

“Kami ingin memastikan bahwa mereka tetap mendapatkan dukungan agar tetap semangat dalam membimbing umat. Santunan ini merupakan salah satu ikhtiar kami agar para guru ngaji terus bisa menjalankan amanah mulia ini,” ujarnya.

BMH berharap program seperti ini dapat menjadi energi positif bagi para guru ngaji di wilayah pedalaman. Di tengah keterbatasan, mereka tetap menjadi lentera bagi generasi muda, sekaligus pilar penting dalam menjaga keberlangsungan pendidikan Al-Qur’an di Flores Timur dan daerah lainnya.
