<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sedekah Arsip - GenZMedia</title>
	<atom:link href="https://genzmedia.id/tag/sedekah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://genzmedia.id/tag/sedekah/</link>
	<description>Update Terkini Anak Muda</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 Oct 2025 07:17:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://genzmedia.id/wp-content/uploads/2025/10/cropped-WhatsApp-Image-2025-10-24-at-21.04.30-32x32.jpeg</url>
	<title>sedekah Arsip - GenZMedia</title>
	<link>https://genzmedia.id/tag/sedekah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Forum Zakat Angkat “The Living Qur’an Jar” di Diskusi Ruang Tengah Imam Nawawi Ajak Generasi Muda Hidup Berdasarkan Nilai Al-Qur’an</title>
		<link>https://genzmedia.id/forum-zakat-angkat-the-living-quran-jar-di-diskusi-ruang-tengah-imam-nawawi-ajak-generasi-muda-hidup-berdasarkan-nilai-al-quran-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fatkur Rohman]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2025 07:13:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khazanah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[FOZ]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Nawawi]]></category>
		<category><![CDATA[infak]]></category>
		<category><![CDATA[pegiat]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[zakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://genzmedia.id/?p=1411</guid>

					<description><![CDATA[<p>GENZMEDIA.ID, JAKARTA &#8211; Forum Zakat (FOZ) kembali menggelar Ruang Tengah, sebuah forum diskusi daring yang</p>
<p>Artikel <a href="https://genzmedia.id/forum-zakat-angkat-the-living-quran-jar-di-diskusi-ruang-tengah-imam-nawawi-ajak-generasi-muda-hidup-berdasarkan-nilai-al-quran-2/">Forum Zakat Angkat “The Living Qur’an Jar” di Diskusi Ruang Tengah Imam Nawawi Ajak Generasi Muda Hidup Berdasarkan Nilai Al-Qur’an</a> pertama kali tampil pada <a href="https://genzmedia.id">GenZMedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GENZMEDIA.ID, JAKARTA</strong> – Forum Zakat (FOZ) kembali menggelar <em>Ruang Tengah</em>, sebuah forum diskusi daring yang menjadi ruang refleksi dan berbagi inspirasi bagi para pegiat zakat, sosial, dan kemanusiaan. Kegiatan ini rutin menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif yang membahas berbagai isu aktual seputar gerakan zakat dan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan modern.</p>
<p>Edisi kali ini, yang berlangsung pada Rabu (30/10/2025) melalui Zoom, mengangkat tema menarik: <strong>“The Living Qur’an Jar.”</strong> Hadir sebagai narasumber utama, <strong>Imam Nawawi</strong>, Kepala Humas BMH Pusat sekaligus Anggota Bidang V FOZ Nasional, memberikan penguatan makna dan semangat kebaikan berbasis nilai-nilai Al-Qur’an di tengah derasnya arus perubahan sosial.</p>
<p>Dalam sambutannya, Imam Nawawi menegaskan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar kitab suci untuk dibaca, tetapi <strong>petunjuk hidup yang harus dihidupkan</strong>. “Kita perlu menjadikan Al-Qur’an benar-benar ‘hidup’ dalam diri dan kehidupan sehari-hari. Bukan hanya dibaca, tapi dipraktikkan dalam setiap keputusan, langkah, dan tindakan,” ujarnya penuh semangat.</p>
<p>Program <strong>The Living Qur’an Jar</strong> yang diangkat FOZ kali ini menjadi simbol sekaligus strategi penting untuk memperkuat kolaborasi antar lembaga amil zakat. Melalui semangat kolaborasi tersebut, FOZ berharap nilai-nilai Al-Qur’an bisa lebih nyata dirasakan masyarakat. “Zakat bukan cuma soal angka, tapi soal kesadaran. Kesadaran bahwa kebaikan bisa menular, dan kolaborasi bisa jadi jembatan menuju perubahan sosial yang lebih luas,” tambah Imam.</p>
<p>Ia juga mengingatkan bahwa Al-Qur’an memberikan panduan hidup yang sangat jelas. Salah satunya melalui perintah untuk berbuat baik dan memperbaiki kehidupan sosial, sebagaimana tertuang dalam <strong>Surat An-Nisa ayat 114</strong>. “Setiap langkah perbaikan adalah bentuk nyata dari kebaikan yang diajarkan Al-Qur’an. Kalau umat bersungguh-sungguh menjadikannya pedoman, maka hidup akan lebih terarah dan bermakna,” ujarnya.</p>
<p>Namun, Imam juga menyoroti tantangan besar zaman ini: <strong>arus konten negatif atau fenomena “brain rot”</strong> yang merusak cara berpikir dan perilaku banyak orang, terutama generasi muda. “Sekarang ini banyak orang lebih sibuk mengejar hal-hal viral tapi kosong makna. Ini bikin kita jauh dari Al-Qur’an tanpa sadar. Padahal, Al-Qur’an adalah obat dari kegelisahan hidup modern,” tegasnya.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-1414" src="https://genzmedia.id/wp-content/uploads/2025/10/imam-fozjar-300x169.jpg" alt="imam" width="300" height="169" srcset="https://genzmedia.id/wp-content/uploads/2025/10/imam-fozjar-300x169.jpg 300w, https://genzmedia.id/wp-content/uploads/2025/10/imam-fozjar.jpg 600w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Mengutip <strong>Surat Al-Qalam</strong>, Imam menjelaskan bahwa orang yang berpegang pada nilai-nilai Al-Qur’an akan terhindar dari kegilaan hidup dunia yang semu. “Kita perlu jadi generasi yang kuat mental dan spiritual. Generasi yang berpikir mendalam seperti <strong>ulul albab</strong>, bukan sekadar ikut tren tanpa arah,” ujarnya lagi.</p>
<p>Bagi Imam, menjadi <em>ulul albab</em> berarti menggabungkan <strong>iman, nalar kritis, dan kepedulian sosial.</strong> Dengan memahami Al-Qur’an secara mendalam, seseorang akan lebih bijak dalam bertindak dan membawa manfaat bagi lingkungannya. “Kalau kita hidup dengan panduan Al-Qur’an, kita nggak cuma selamat secara pribadi, tapi juga bisa jadi cahaya bagi orang lain,” katanya.</p>
<p>Menutup sesinya, Imam Nawawi mengajak peserta dan seluruh umat untuk <strong>berjamaah dalam kebaikan</strong>. Menurutnya, kebaikan yang dilakukan bersama akan melahirkan kekuatan yang lebih besar untuk mengubah keadaan.</p>
<p>“Dengan Al-Qur’an, kita bukan hanya menjaga diri, tapi juga saling menguatkan. Inilah cara agar Islam bisa hadir dengan indah, damai, dan membumi,” tutupnya.</p>
<p>Diskusi <em>Ruang Tengah</em> kali ini menjadi refleksi menarik bagi generasi muda, khususnya mereka yang ingin menyeimbangkan kehidupan spiritual dan digital. Di tengah derasnya informasi, <strong>The Living Qur’an Jar</strong> mengingatkan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an tetap relevan — bahkan menjadi kompas terbaik untuk menavigasi kehidupan modern yang serba cepat dan penuh distraksi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://genzmedia.id/forum-zakat-angkat-the-living-quran-jar-di-diskusi-ruang-tengah-imam-nawawi-ajak-generasi-muda-hidup-berdasarkan-nilai-al-quran-2/">Forum Zakat Angkat “The Living Qur’an Jar” di Diskusi Ruang Tengah Imam Nawawi Ajak Generasi Muda Hidup Berdasarkan Nilai Al-Qur’an</a> pertama kali tampil pada <a href="https://genzmedia.id">GenZMedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Forum Zakat Angkat “The Living Qur’an Jar” di Diskusi Ruang Tengah Imam Nawawi Ajak Generasi Muda Hidup Berdasarkan Nilai Al-Qur’an</title>
		<link>https://genzmedia.id/forum-zakat-angkat-the-living-quran-jar-di-diskusi-ruang-tengah-imam-nawawi-ajak-generasi-muda-hidup-berdasarkan-nilai-al-quran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fatkur Rohman]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2025 06:58:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khazanah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[FOZ]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Nawawi]]></category>
		<category><![CDATA[infak]]></category>
		<category><![CDATA[pegiat zakat]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://genzmedia.id/?p=1401</guid>

					<description><![CDATA[<p>GENZMEDIA.ID, JAKARTA &#8211; Forum Zakat (FOZ) kembali menggelar Ruang Tengah, sebuah forum diskusi daring yang</p>
<p>Artikel <a href="https://genzmedia.id/forum-zakat-angkat-the-living-quran-jar-di-diskusi-ruang-tengah-imam-nawawi-ajak-generasi-muda-hidup-berdasarkan-nilai-al-quran/">Forum Zakat Angkat “The Living Qur’an Jar” di Diskusi Ruang Tengah Imam Nawawi Ajak Generasi Muda Hidup Berdasarkan Nilai Al-Qur’an</a> pertama kali tampil pada <a href="https://genzmedia.id">GenZMedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GENZMEDIA.ID, JAKARTA</strong> – Forum Zakat (FOZ) kembali menggelar <em>Ruang Tengah</em>, sebuah forum diskusi daring yang menjadi ruang refleksi dan berbagi inspirasi bagi para pegiat zakat, sosial, dan kemanusiaan. Kegiatan ini rutin menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif yang membahas berbagai isu aktual seputar gerakan zakat dan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan modern.</p>
<p>Edisi kali ini, yang berlangsung pada Rabu (30/10/2025) melalui Zoom, mengangkat tema menarik: <strong>“The Living Qur’an Jar.”</strong> Hadir sebagai narasumber utama, <strong>Imam Nawawi</strong>, Kepala Humas BMH Pusat sekaligus Anggota Bidang V FOZ Nasional, memberikan penguatan makna dan semangat kebaikan berbasis nilai-nilai Al-Qur’an di tengah derasnya arus perubahan sosial.</p>
<p>Dalam sambutannya, Imam Nawawi menegaskan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar kitab suci untuk dibaca, tetapi <strong>petunjuk hidup yang harus dihidupkan</strong>. “Kita perlu menjadikan Al-Qur’an benar-benar ‘hidup’ dalam diri dan kehidupan sehari-hari. Bukan hanya dibaca, tapi dipraktikkan dalam setiap keputusan, langkah, dan tindakan,” ujarnya penuh semangat.</p>
<p>Program <strong>The Living Qur’an Jar</strong> yang diangkat FOZ kali ini menjadi simbol sekaligus strategi penting untuk memperkuat kolaborasi antar lembaga amil zakat. Melalui semangat kolaborasi tersebut, FOZ berharap nilai-nilai Al-Qur’an bisa lebih nyata dirasakan masyarakat. “Zakat bukan cuma soal angka, tapi soal kesadaran. Kesadaran bahwa kebaikan bisa menular, dan kolaborasi bisa jadi jembatan menuju perubahan sosial yang lebih luas,” tambah Imam.</p>
<p>Ia juga mengingatkan bahwa Al-Qur’an memberikan panduan hidup yang sangat jelas. Salah satunya melalui perintah untuk berbuat baik dan memperbaiki kehidupan sosial, sebagaimana tertuang dalam <strong>Surat An-Nisa ayat 114</strong>. “Setiap langkah perbaikan adalah bentuk nyata dari kebaikan yang diajarkan Al-Qur’an. Kalau umat bersungguh-sungguh menjadikannya pedoman, maka hidup akan lebih terarah dan bermakna,” ujarnya.</p>
<p>Namun, Imam juga menyoroti tantangan besar zaman ini: <strong>arus konten negatif atau fenomena “brain rot”</strong> yang merusak cara berpikir dan perilaku banyak orang, terutama generasi muda. “Sekarang ini banyak orang lebih sibuk mengejar hal-hal viral tapi kosong makna. Ini bikin kita jauh dari Al-Qur’an tanpa sadar. Padahal, Al-Qur’an adalah obat dari kegelisahan hidup modern,” tegasnya.</p>
<p>Mengutip <strong>Surat Al-Qalam</strong>, Imam menjelaskan bahwa orang yang berpegang pada nilai-nilai Al-Qur’an akan terhindar dari kegilaan hidup dunia yang semu. “Kita perlu jadi generasi yang kuat mental dan spiritual. Generasi yang berpikir mendalam seperti <strong>ulul albab</strong>, bukan sekadar ikut tren tanpa arah,” ujarnya lagi.</p>
<p>Bagi Imam, menjadi <em>ulul albab</em> berarti menggabungkan <strong>iman, nalar kritis, dan kepedulian sosial.</strong> Dengan memahami Al-Qur’an secara mendalam, seseorang akan lebih bijak dalam bertindak dan membawa manfaat bagi lingkungannya. “Kalau kita hidup dengan panduan Al-Qur’an, kita nggak cuma selamat secara pribadi, tapi juga bisa jadi cahaya bagi orang lain,” katanya.</p>
<p>Menutup sesinya, Imam Nawawi mengajak peserta dan seluruh umat untuk <strong>berjamaah dalam kebaikan</strong>. Menurutnya, kebaikan yang dilakukan bersama akan melahirkan kekuatan yang lebih besar untuk mengubah keadaan.</p>
<p>“Dengan Al-Qur’an, kita bukan hanya menjaga diri, tapi juga saling menguatkan. Inilah cara agar Islam bisa hadir dengan indah, damai, dan membumi,” tutupnya.</p>
<p>Diskusi <em>Ruang Tengah</em> kali ini menjadi refleksi menarik bagi generasi muda, khususnya mereka yang ingin menyeimbangkan kehidupan spiritual dan digital. Di tengah derasnya informasi, <strong>The Living Qur’an Jar</strong> mengingatkan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an tetap relevan — bahkan menjadi kompas terbaik untuk menavigasi kehidupan modern yang serba cepat dan penuh distraksi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://genzmedia.id/forum-zakat-angkat-the-living-quran-jar-di-diskusi-ruang-tengah-imam-nawawi-ajak-generasi-muda-hidup-berdasarkan-nilai-al-quran/">Forum Zakat Angkat “The Living Qur’an Jar” di Diskusi Ruang Tengah Imam Nawawi Ajak Generasi Muda Hidup Berdasarkan Nilai Al-Qur’an</a> pertama kali tampil pada <a href="https://genzmedia.id">GenZMedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemberdayaan Ekonomi Umat bagi Masyarakat Perkotaan</title>
		<link>https://genzmedia.id/pemberdayaan-ekonomi-umat-bagi-masyarakat-perkotaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fatkur Rohman]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2025 05:26:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[infak]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pemberdayaan masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[perkotaan]]></category>
		<category><![CDATA[Rizki Ulfahadi]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[zakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://genzmedia.id/?p=1397</guid>

					<description><![CDATA[<p>GENZMEDIA.ID, DEPOK &#8211; Hidup di kota besar berarti berpacu dengan waktu. Ritme kehidupan yang cepat,</p>
<p>Artikel <a href="https://genzmedia.id/pemberdayaan-ekonomi-umat-bagi-masyarakat-perkotaan/">Pemberdayaan Ekonomi Umat bagi Masyarakat Perkotaan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://genzmedia.id">GenZMedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GENZMEDIA.ID, DEPOK</strong> – Hidup di kota besar berarti berpacu dengan waktu. Ritme kehidupan yang cepat, biaya hidup tinggi, dan persaingan kerja yang makin ketat menjadi realitas sehari-hari masyarakat urban. Di balik gemerlap gedung pencakar langit dan kemajuan teknologi, masih banyak warga kota yang berjuang untuk bertahan hidup.</p>
<p>Modernisasi dan urbanisasi memang membuka peluang ekonomi baru, tapi juga menghadirkan kesenjangan sosial yang nyata. Di tengah situasi ini, <strong>pemberdayaan ekonomi umat</strong> menjadi agenda penting yang bukan hanya soal penguatan ekonomi, tapi juga soal keadilan sosial dan spiritualitas.</p>
<ol>
<li><strong> Tantangan Ekonomi Umat di Tengah Hiruk Pikuk Kota</strong></li>
</ol>
<p>Kehidupan perkotaan sering kali menciptakan jurang antara yang mampu dan yang tertinggal. Banyak potensi ekonomi yang melimpah, tetapi aksesnya belum merata. Di sinilah Islam menawarkan solusi yang adil dan inklusif melalui pemberdayaan ekonomi umat — sebuah pendekatan yang tidak sekadar memberi bantuan, tetapi menguatkan agar masyarakat bisa mandiri dan produktif.</p>
<ol start="2">
<li><strong> Zakat, Infak, dan Sedekah: Motor Penggerak Ekonomi Umat</strong></li>
</ol>
<p>Potensi zakat di kota-kota besar luar biasa. Jika dikelola secara profesional, zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bukan hanya menjadi dana bantuan konsumtif, tapi bisa menjadi modal produktif untuk membiayai UMKM, pelatihan wirausaha, hingga pendampingan usaha mikro.<br />
Dengan konsep ini, zakat bertransformasi dari sekadar amal menjadi <strong>instrumen perubahan sosial</strong>—mengubah <em>mustahik</em> menjadi <em>muzakki</em>.</p>
<ol start="3">
<li><strong> Urbanisasi dan Kekuatan UMKM Syariah</strong></li>
</ol>
<p>Urbanisasi membuat jutaan orang datang ke kota dengan harapan hidup lebih baik. Sayangnya, banyak yang akhirnya terserap di sektor informal karena minim keterampilan dan akses modal.<br />
Solusinya adalah memperkuat <strong>UMKM berbasis syariah</strong>—dari koperasi, bisnis kuliner halal, hingga ekonomi kreatif. Dengan dukungan pembiayaan syariah, pelatihan manajemen, dan akses pasar digital, UMKM bisa tumbuh menjadi tulang punggung ekonomi umat sekaligus solusi atas pengangguran.</p>
<ol start="4">
<li><strong> Digitalisasi: Katalis Pemberdayaan Baru</strong></li>
</ol>
<p>Era digital adalah peluang besar bagi pelaku usaha kecil di kota. Dari e-commerce hingga promosi lewat media sosial, semua bisa dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pasar.<br />
Lembaga keagamaan seperti masjid, KUA, dan lembaga zakat bisa ambil peran dengan memberikan <strong>edukasi digital</strong> bagi masyarakat. Dengan literasi digital yang kuat, UMKM syariah bukan hanya bertahan, tapi juga bisa bersaing di pasar nasional bahkan global.</p>
<ol start="5">
<li><strong> Menuju Ekonomi Umat yang Mandiri dan Berkeadilan</strong></li>
</ol>
<p>Tujuan akhirnya jelas: membangun <strong>ekosistem ekonomi umat</strong> yang mandiri, berkeadilan, dan berkeberlanjutan. Sinergi antara masyarakat, lembaga zakat, pemerintah, dan sektor swasta menjadi kunci utama.<br />
Dengan pengelolaan zakat, infak, dan wakaf produktif yang baik, pemberdayaan ekonomi umat bisa menjadi langkah nyata untuk menekan kesenjangan sosial sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat perkotaan.</p>
<p>Umat Islam di kota seharusnya tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga <strong>pelaku utama</strong> dalam membangun peradaban ekonomi yang berkeadilan, berkah, dan menebar kesejahteraan bagi semua.</p>
<p><strong>Rizki Ulfahadi</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://genzmedia.id/pemberdayaan-ekonomi-umat-bagi-masyarakat-perkotaan/">Pemberdayaan Ekonomi Umat bagi Masyarakat Perkotaan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://genzmedia.id">GenZMedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
