<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mitigasi Arsip - GenZMedia</title>
	<atom:link href="https://genzmedia.id/tag/mitigasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://genzmedia.id/tag/mitigasi/</link>
	<description>Update Terkini Anak Muda</description>
	<lastBuildDate>Sat, 25 Oct 2025 07:35:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://genzmedia.id/wp-content/uploads/2025/10/cropped-WhatsApp-Image-2025-10-24-at-21.04.30-32x32.jpeg</url>
	<title>mitigasi Arsip - GenZMedia</title>
	<link>https://genzmedia.id/tag/mitigasi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Prof Muh Taufik Kembangkan Deteksi Dini Kebakaran Gambut Berbasis Ekohidrologi</title>
		<link>https://genzmedia.id/prof-muh-taufik-kembangkan-deteksi-dini-kebakaran-gambut-berbasis-ekohidrologi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fatkur Rohman]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2025 07:35:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kreativitas]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekohidrologi]]></category>
		<category><![CDATA[IPB]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[mitigasi]]></category>
		<category><![CDATA[Prof Taufik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://genzmedia.id/?p=1308</guid>

					<description><![CDATA[<p>GenZmedia, Bogor &#8212; IPB University kembali menghadirkan inovasi dalam upaya mitigasi kebakaran lahan gambut melalui</p>
<p>Artikel <a href="https://genzmedia.id/prof-muh-taufik-kembangkan-deteksi-dini-kebakaran-gambut-berbasis-ekohidrologi/">Prof Muh Taufik Kembangkan Deteksi Dini Kebakaran Gambut Berbasis Ekohidrologi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://genzmedia.id">GenZMedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GenZmedia, Bogor</strong> &#8212; IPB University kembali menghadirkan inovasi dalam upaya mitigasi kebakaran lahan gambut melalui pendekatan ekohidrologi. Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, <strong>Prof Muh Taufik</strong>, mengembangkan sistem deteksi dini kebakaran berbasis <strong>Peat Fire Vulnerability Index (PFVI)</strong> yang mampu memprediksi tingkat kerentanan hingga 14 hari ke depan.</p>
<p>Prof Taufik menjelaskan, sistem PFVI telah diterapkan sejak 2021 di kawasan prioritas restorasi gambut melalui kerja sama dengan <strong>Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM)</strong>.<br />
“Ini sudah digunakan oleh BRG sejak 2021 dan oleh BRGM hingga 2024 di enam provinsi utama, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat,” ujarnya dalam <strong>Sidang Terbuka Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University</strong>, Jumat (25/10) di Kampus Dramaga.</p>
<p>Namun, Prof Taufik menyoroti adanya kendala dalam pemanfaatan “jendela waktu” 14 hari untuk mitigasi dini.<br />
“Lokasi rawan kebakaran sebenarnya bisa diidentifikasi lebih awal. Tapi dana daerah baru bisa digunakan setelah bencana terjadi, bukan untuk antisipasi. Itu problem utama yang kita hadapi,” ungkapnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, lahan gambut Indonesia mencakup <strong>14 juta hektare</strong> dengan cadangan karbon mencapai <strong>50 gigaton</strong>, hampir setengah dari total cadangan karbon gambut tropis dunia. Transformasi besar-besaran sejak 1990-an menjadi lahan pertanian dan perkebunan membuat fungsi hidrologi terganggu sehingga lahan menjadi mudah terbakar.<br />
“Penurunan tinggi muka air tanah (TMAT) di bawah 60 cm meningkatkan potensi kebakaran secara signifikan,” jelasnya.</p>
<p>Melalui <strong>pendekatan ekohidrologi</strong>, Prof Taufik menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara ekologi dan hidrologi agar lahan gambut tetap basah, emisi karbon rendah, dan biodiversitas terpelihara. “Pendekatan ini menawarkan prinsip <em>dual-regulation</em>, yakni keseimbangan antara regulasi alami dan aktivitas manusia,” katanya.</p>
<p>Dalam risetnya, ia mengembangkan model PFVI menggunakan tiga variabel utama: <strong>curah hujan, suhu udara, dan TMAT</strong>. Integrasi PFVI dengan sistem <strong>Weather Research and Forecasting (WRF)</strong> memungkinkan prediksi kondisi hingga dua minggu ke depan.</p>
<p>Selain itu, Prof Taufik bersama tim juga menciptakan <strong>platform RAMIN (R-based Assessment for Modeling Indonesian Nature)</strong> — sebuah sistem daring yang menggabungkan pemodelan hidrologi, emisi karbon, dan valuasi kredit karbon.<br />
“RAMIN menggunakan data lokal secara <em>real-time</em>, transparan, dan berbasis riset ilmiah,” terangnya.</p>
<p>Menurutnya, pengelolaan gambut berbasis ekohidrologi tidak hanya menekan risiko kebakaran, tetapi juga mendukung <strong>agenda ekonomi hijau nasional</strong>. “Jika kondisi gambut terjaga, kita turut menekan emisi gas rumah kaca dan mendukung target <strong>NDC (Nationally Determined Contribution)</strong> pemerintah,” tegasnya.</p>
<p>Pendekatan ekohidrologi juga dinilai mampu mengintegrasikan sains dengan kebijakan publik. Prof Taufik menilai, pengambilan keputusan berbasis data ilmiah dapat memperkuat tata kelola lingkungan yang adaptif terhadap perubahan iklim.</p>
<p>Ia berharap inovasi yang dikembangkan dapat menjadi kontribusi nyata <strong>IPB University</strong> dalam memperkuat ketahanan ekosistem gambut Indonesia, sekaligus menjaga keseimbangan antara kelestarian alam dan pembangunan ekonomi berkelanjutan. (FJ)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://genzmedia.id/prof-muh-taufik-kembangkan-deteksi-dini-kebakaran-gambut-berbasis-ekohidrologi/">Prof Muh Taufik Kembangkan Deteksi Dini Kebakaran Gambut Berbasis Ekohidrologi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://genzmedia.id">GenZMedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
