<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kemenkes Arsip - GenZMedia</title>
	<atom:link href="https://genzmedia.id/tag/kemenkes/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://genzmedia.id/tag/kemenkes/</link>
	<description>Update Terkini Anak Muda</description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Oct 2025 05:51:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://genzmedia.id/wp-content/uploads/2025/10/cropped-WhatsApp-Image-2025-10-24-at-21.04.30-32x32.jpeg</url>
	<title>kemenkes Arsip - GenZMedia</title>
	<link>https://genzmedia.id/tag/kemenkes/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pemerintah Perkuat Tata Kelola Program MBG, Keselamatan Anak Jadi Fokus Utama</title>
		<link>https://genzmedia.id/pemerintah-perkuat-tata-kelola-program-mbg-keselamatan-anak-jadi-fokus-utama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fatkur Rohman]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2025 05:51:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkes]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[sertifikasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://genzmedia.id/?p=1341</guid>

					<description><![CDATA[<p>GenZmedia, Jakarta &#8212; Pemerintah memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai respons atas</p>
<p>Artikel <a href="https://genzmedia.id/pemerintah-perkuat-tata-kelola-program-mbg-keselamatan-anak-jadi-fokus-utama/">Pemerintah Perkuat Tata Kelola Program MBG, Keselamatan Anak Jadi Fokus Utama</a> pertama kali tampil pada <a href="https://genzmedia.id">GenZMedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GenZmedia, Jakarta</strong> &#8212; Pemerintah memperkuat tata kelola <strong>Program Makan Bergizi Gratis (MBG)</strong> sebagai respons atas Kejadian Luar Biasa (KLB) yang terjadi di beberapa lokasi pelaksanaan program.</p>
<p>Menteri Koordinator Bidang Pangan <strong>Zulkifli Hasan</strong> menegaskan bahwa Presiden <strong>Prabowo Subianto</strong> memberikan perhatian serius terhadap kasus tersebut dan meminta langkah cepat untuk memastikan keselamatan anak-anak penerima manfaat.</p>
<p>“Keselamatan anak adalah prioritas utama. Insiden ini bukan sekadar angka, tetapi menyangkut generasi penerus bangsa,” ujar Zulkifli Hasan dalam konferensi pers di Kementerian Kesehatan.</p>
<p><strong>Lima Langkah Perbaikan Program MBG</strong></p>
<p>Pemerintah merumuskan sejumlah langkah strategis untuk memperbaiki pelaksanaan program, di antaranya:</p>
<ol>
<li><strong>Penutupan sementara</strong> Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG) yang terindikasi bermasalah untuk evaluasi dan investigasi menyeluruh.</li>
<li><strong>Evaluasi kualitas dan disiplin juru masak</strong> di seluruh SPPG, tidak hanya di wilayah terdampak.</li>
<li><strong>Perbaikan sanitasi nasional</strong>, termasuk kualitas air dan pengelolaan limbah.</li>
<li><strong>Kolaborasi lintas sektor</strong>, melibatkan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam proses perbaikan.</li>
<li><strong>Kewajiban Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS)</strong> sebagai syarat mutlak bagi semua SPPG.</li>
</ol>
<p>“SLHS kini bukan lagi administratif, tapi wajib. Tanpa itu, kejadian serupa bisa terulang,” tegas Zulkifli.</p>
<p>Selain itu, pemerintah meminta <strong>Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah</strong> untuk mengoptimalkan peran <strong>Puskesmas</strong> dan <strong>UKS</strong> dalam pemantauan rutin di lapangan.</p>
<p><strong>Percepatan Sertifikasi dan Pengawasan Dapur MBG</strong></p>
<p>Menteri Kesehatan <strong>Budi Gunadi Sadikin</strong> menambahkan bahwa percepatan sertifikasi SLHS akan menjadi kunci memastikan standar kebersihan, SDM, dan pengolahan makanan.</p>
<p>“Dalam satu bulan ke depan, seluruh dapur MBG harus sudah bersertifikat. Kami akan bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional untuk mengawasi seluruh proses, dari bahan baku hingga penyajian,” ujar Menkes Budi.</p>
<p>Rapat koordinasi lanjutan dijadwalkan berlangsung pada Rabu mendatang untuk memantau progres perbaikan. Sementara itu, <strong>Kementerian Dalam Negeri</strong> akan menggelar rapat teknis bersama kepala daerah, dinas pendidikan, dan dinas kesehatan guna memastikan program MBG berjalan aman, sehat, dan berkelanjutan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://genzmedia.id/pemerintah-perkuat-tata-kelola-program-mbg-keselamatan-anak-jadi-fokus-utama/">Pemerintah Perkuat Tata Kelola Program MBG, Keselamatan Anak Jadi Fokus Utama</a> pertama kali tampil pada <a href="https://genzmedia.id">GenZMedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bersama Lawan TB: RSUP Persahabatan Gelar i-ECHO Tuberkulosis 2025</title>
		<link>https://genzmedia.id/bersama-lawan-tb-rsup-persahabatan-gelar-i-echo-tuberkulosis-2025/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fatkur Rohman]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2025 01:46:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[bebas TB]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkes]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[Tuberkulosis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://genzmedia.id/?p=1305</guid>

					<description><![CDATA[<p>GenZmedia.id, Jakarta &#8212; Tuberkulosis (TB) masih menjadi tantangan besar bagi dunia kesehatan Indonesia. Menjawab hal</p>
<p>Artikel <a href="https://genzmedia.id/bersama-lawan-tb-rsup-persahabatan-gelar-i-echo-tuberkulosis-2025/">Bersama Lawan TB: RSUP Persahabatan Gelar i-ECHO Tuberkulosis 2025</a> pertama kali tampil pada <a href="https://genzmedia.id">GenZMedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GenZmedia.id, Jakarta</strong> &#8212; Tuberkulosis (TB) masih menjadi tantangan besar bagi dunia kesehatan Indonesia. Menjawab hal ini, RSUP Persahabatan menghadirkan kembali <strong>i-ECHO Tuberkulosis 2025</strong> — sebuah ruang belajar interaktif berbasis teknologi yang mempertemukan para pakar, dokter, dan tenaga kesehatan dari berbagai wilayah di Tanah Air.</p>
<p>Melalui metode <em>telementoring</em>, tenaga kesehatan dari daerah terpencil hingga perkotaan dapat berdiskusi langsung dengan para pakar nasional terkait penatalaksanaan <strong>Tuberkulosis Resisten Obat (TB RO)</strong>. Program ini terbuka bagi dokter umum, perawat, apoteker, hingga analis laboratorium, menjadikannya wadah pembelajaran yang inklusif dan kolaboratif.</p>
<p><strong>Belajar dari Kasus Nyata, untuk Pasien Nyata</strong></p>
<p>Diselenggarakan sejak <strong>14 Agustus hingga 27 November 2025</strong>, i-ECHO TB menghadirkan <strong>11 sesi pembelajaran</strong> dengan topik yang relevan dengan kebutuhan lapangan, seperti:</p>
<ul>
<li>Penatalaksanaan efek samping obat,</li>
<li>Diagnosis TB RO pada anak,</li>
<li>Pengobatan pencegahan TB,</li>
<li>Tata kelola obat dan pelaporan efek samping,</li>
<li>Strategi komunikasi untuk pasien dan keluarga.</li>
</ul>
<p>Dengan pembelajaran berbasis kasus nyata, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga keterampilan praktis yang bisa langsung diterapkan untuk meningkatkan mutu layanan di fasilitas kesehatan masing-masing.</p>
<p><strong>Manfaat Nyata bagi Tenaga Kesehatan dan Masyarakat</strong></p>
<p>i-ECHO TB bukan sekadar forum ilmiah, tetapi juga <strong>investasi bagi peningkatan kapasitas tenaga kesehatan</strong>. Melalui program ini, peserta dibekali pengetahuan dan kepercayaan diri dalam menangani kasus TB yang kompleks. Dampak nyatanya akan dirasakan langsung oleh pasien — layanan menjadi lebih cepat, tepat, dan manusiawi.</p>
<p>“Melalui i-ECHO TB, kami ingin memastikan tidak ada tenaga kesehatan yang bekerja sendiri dalam menangani TB. Kita semua terhubung, belajar bersama, dan bergerak menuju Indonesia bebas TB 2030,” ujar perwakilan RSUP Persahabatan.</p>
<p><strong>Komitmen Menuju Indonesia Bebas TB</strong></p>
<p>Program i-ECHO TB merupakan bagian dari strategi nasional Kementerian Kesehatan untuk memperkuat kapasitas layanan TB di seluruh Indonesia. Dengan semangat kolaborasi dan pemanfaatan teknologi digital, <strong>eliminasi TB pada tahun 2030</strong> bukan lagi sekadar cita-cita, tetapi target yang bisa diwujudkan bersama.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://genzmedia.id/bersama-lawan-tb-rsup-persahabatan-gelar-i-echo-tuberkulosis-2025/">Bersama Lawan TB: RSUP Persahabatan Gelar i-ECHO Tuberkulosis 2025</a> pertama kali tampil pada <a href="https://genzmedia.id">GenZMedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
