Kam. Okt 8th, 2026
Rizki

GMH Gelar NGL Jawa-Bali, Dorong Pemimpin Muda Berintegritas untuk Sambut Indonesia Emas 2045

GENZMEDIA.ID, YOGYAKARTA — Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (PP GMH) terus mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki kapasitas kepemimpinan, integritas, serta keberanian mengambil peran dalam kehidupan kebangsaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Next Gen Leaders (NGL) Regional Jawa-Bali yang digelar di Asrama Haji Yogyakarta, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan NGL menjadi salah satu ruang kaderisasi PP GMH untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga karakter kuat, wawasan kebangsaan, dan kesiapan menjadi pemimpin di masa depan.

Dalam kegiatan tersebut, Anggota Komisi XIII DPR RI Willy Aditya menekankan bahwa proses mencetak pemimpin membutuhkan kesungguhan dan tidak dapat dilakukan secara setengah hati. Menurutnya, generasi muda harus memiliki keberanian untuk berpikir berbeda, keluar dari pola pikir yang sekadar mengikuti arus, serta membangun integritas dalam kehidupan sehari-hari.

“Keberanian harus total, tidak boleh setengah hati. Generasi muda harus berani berpikir out of the box. Pemimpin tidak lahir dari ‘bebekisme’, tetapi dari mereka yang memiliki integritas,” kata Willy.

Ia menilai kepemimpinan tidak semata-mata berkaitan dengan jabatan. Seorang pemimpin harus mampu menyelaraskan nilai yang diyakini dengan tindakan yang dilakukan. Karena itu, pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam proses menyiapkan pemimpin masa depan.

“Kalau ingin menjadi pemimpin, bangunlah integritas. Antara nilai yang dipegang dan perbuatan harus berjalan seiring. Menjadi pemimpin bukan persoalan abal-abal,” ujarnya.

Willy juga mengajak peserta NGL menjadikan falsafah “hidup berakal, mati beriman” sebagai pegangan dalam proses kepemimpinan. Menurutnya, kecerdasan intelektual perlu berjalan beriringan dengan kekuatan moral dan spiritual agar kepemimpinan yang dibangun tidak kehilangan arah.

Sementara itu, Ketua Umum PP GMH Rizki Ulfahadi mengatakan NGL dirancang sebagai bagian dari proses pembentukan kader yang memiliki kesiapan untuk menjadi pemimpin sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Menurut Rizki, penguasaan ilmu pengetahuan saja tidak cukup untuk membentuk pemimpin yang kuat. Kader juga perlu dibekali karakter, integritas, kemampuan mengambil keputusan, serta visi yang mampu menjawab tantangan zaman.

“Kami ingin NGL melahirkan pemimpin yang berani mengambil keputusan, berpikir visioner, dan tetap berpegang pada nilai-nilai moral. Bangsa ini membutuhkan pemimpin yang dapat dipercaya, bukan sekadar populer,” ujar Rizki.

Ia menambahkan, NGL Regional Jawa-Bali merupakan bagian dari komitmen PP GMH dalam memperkuat kaderisasi dan menyiapkan generasi muda yang memiliki kapasitas kepemimpinan serta wawasan kebangsaan.

Melalui NGL, PP GMH ingin membangun ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri, memperluas wawasan, sekaligus menumbuhkan semangat pengabdian. Kader muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam perubahan, tetapi mampu mengambil peran sebagai bagian dari solusi bagi berbagai persoalan bangsa.

Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi PP GMH dalam mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan dan mengambil peran dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.